Depresi dan Mau Coba Gantung Diri? Ini yang Bakalan Kamu Rasakan

Masalah apapun pasti ada jalan keluarnya, cobalah fokus pada solusi




Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kabar meninggalnya vokalis Group Band Linkin Park karena gantung diri diakibatkan oleh depresi. Wah, kok gampang bener ya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara seperti itu, tapi depresi adalah sebuah tekanan yang luar biasa dahsyat pada diri dan pikiran sehingga orang tersebut tidak sanggup untuk menghadapinya.

Oke sekarang kita lanjut masalah gantung diri tadi, apakah kamu pernah merasakan depresi yang amat sangat dan pernah terlintas dalam benak kamu untuk bunuh diri dengan cara gantung diri? Wahh sungguh ekstrim yaa, semoga aja gak pernah. Kali ini mimin akan membahas tentang apa yang bakalan kamu rasakan kalo kamu gantung diri, yang pasti mati lah, tapi sebelum ajal menjemput ada beberapa proses ilmiah yang bakalan kamu lalui, simak berikut ini.

Journal of Forensic Science menganalisa seorang lelaki berusia 37 tahun yang tewas gantung diri. Kemudian pada tahun 2007 hasil analisis tersebut dipublish dan hasilnya sungguh mencengangkan sekaligus mengerikan. Apa saja hasil analisa tersebut?

Sesaat setelah seseorang memutuskan untuk gantung diri orang tersebut akan mulai kehilangan kesadaran pada detik ke 13 dan mulai kejang-kejang pada detik 21. Selanjutnya orang tersebut akan kehilangan fungsi ototnya. Gerakan pernapasan perlahan turun dan akan berhenti pada menit ke-2 hingga menit ke-6 pernapasan akan berhenti total.

Selama proses tersebut, seluruh tubuh akan terasa sangat nyeri terutama pada bagian tengkuk dan dada. Mata akan terbuka lebar dan terasa perih karena tekanan yang luar biasa. Akibat dari tersumbatnya aliran udara karena cekikan tali, maka akan terjadi penyumbatan udara dan pembuluh darah ke otak atau tekanan pada syaraf vagus. Setelah itu, perut dan dada kita akan kejang karena diafragma berkontraksi dengan hebat untuk menghirup udara. Ini sangat menyakitkan.

Orang yang gantung diri biasanya wajahnya akan menjadi ungu kemerahan. Saat udara tidak dapat masuk, tenggorokan dan dada terus berusaha untuk menarik udara dari luar sehingga orang tersebut akan mengeluarkan busa halus dan liur dari sudut bibir, bahkan pendarahan di dalam tenggorokan dan lidah akan menjulur.

Karena tekanan yang terjadi terus menerus akhirnya syaraf vagus mengalami kerusakan. Syaraf ini sangat vital bagi tubuh dan terletak dari otak, tenggorokan, dada, paru-paru, jantung, lambung, otot perut dan berbagai organ lain. Syaraf vagus ini akan berpengaruh pada kinerja otak dan organ vital lainnya seperti paru-paru dan jantung.

Proses yang agak lama ini memang sungguh mengerikan, pelaku gantung diri biasanya akan menyesal saat dirinya sudah tidak berdaya. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang membuktikan kalau orang yang gantung diri secara refleks akan berusaha untuk membuka ikatan di leher. Tubuh akan mengalami kejang-kejang dan mulai berayun-ayun sambil meronta hingga menyebabkan patahnya tulang leher, pendarahan di otak serta putusnya saraf ke otak.

Setelah hal ini terjadi, barulah orang tersebut akan merasakan kepanikan yang luar biasa dalam diri, pandangan mulai kabur hingga akhirnya ajal menjemput. Biasanya orang gantung diri akan mengeluarkan sperma, hal itu terjadi karena adanya kontraksi yang berlebih pada diafragma karena berusaha menarik udara dari luar.

Bagaimana? Masih ada niat untuk gantung diri? Jika kamu mengalami depresi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tarik nafas panjang, nikmati udara yang masuk ke dalam tubuh kamu kemudian mulailah berpikir positif dan jangan lupa dekatkan diri pada Tuhan.

Penulis lepas yang doyan begadang dan berdagang. Young entrepreneur yang suka tantangan dan gak suka berdebat







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *