Dibalik Keindahan Super Blue Blood Moon yang Terjadi Ratusan Tahun Sekali

Your Best Online Partner

Fenomena Gerhana blue blood moon (Gerhana bulan berwarna kemerahan) telah terjadi di Indonesia pada akhir bulan januari tepatnya pada tanggal 31 Januari 2018. Fenomena Gerhana bulan adalah fenomena tertutupnya bulan oleh bayangan dari bumi sehingga bulan akan Nampak terkikis hingga akhirnya hilang seperti tidak terlihat lagi. Fenomena gerhana bulan ini terjadi ketika posisi bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus. Namun gerhana bulan yang terjadi kali ini berbeda, yang terjadi kali ini adalah Gerhana blue blood moon, tiga fenomena alam yang terjadi sekaligus yaitu Supermoon, Blue moon, dan Gerhana bulan yang terjadi secara bersamaan. “hal ini merupakan kejadian yang sangat langka, karena Gerhana Blue blood moon kira-kira akan terjadi sekali dalam 150 tahun lebih”, menurut lansiran Sindonews(31/01).

Fenomena langka ini, terakhir terjadi pada 31 Maret 1886 atau 152 tahun yang lalu. Mayarakat Indonesia harusnya beruntung karena bisa menyaksikan indahnya super blue bood moon, karena tidak semua bagian wilayah dunia bisa menyaksikannya. Pada bagian WIB, mulai gerhana pukul 18:48, puncak gerhana 20:29, Akhir Gerhana 22:11, pada bagian WITA, mulai gerhana 19:48, puncak gerhana 21:29, Akhir gerhana 23:11, pada bagian WIT, mulai gerhana 20:48, puncak gerhana 22:29, akhir gerhana 00:11. Wilayah Timur akan menjadi tempat yang paling cerah dan lama menyaksikan trilogy supermoon tersebut. Dibalik keindahan Super blood moon ada beberapa fakta yaitu tentang “arti warna darah di gerhana bulan total, warna merah darah menunjukan derajat kotor atau bersihnya atmosfer bumi, warna merah kemerahan tersebut bukan warna asli bulan yang tertutup bayangan bumi, tetapi muncul karena cahaya matahari dihamburkan oleh debu dan molekul di atmosfer bumi.

Fakta yang lainnya yaitu Fenomena super blue blood moon malam ini memungkinkan terjadinya pasangnya air laut, sehingga BMKG Tanjung Perak, Surabaya menghimbau kepada para nelayan untuk tidak melaut. Bahkan, pihak BMKG memperingatkan kemungkinan banjir di sejumlah wilayah yang berbatasan dengan laut. Menurut Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, kondisi yang perlu diwaspadai saat supermoon adanya cuaca buruk yang mengakibatkan fenomena alam seperti banjir rob, tambak meluap, hujan ringan dan lebat disertai petir. Fakta mistisnya, dalam suatu kepercayaan tertentu, bulan merah diyakini sebagai akhir zaman atau pertanda akan terjadi peristiwa yang sangat besar. Istilah blood moon berasal dari zaman dahulu dan masih popular sampai sekarang.

Mbah Mijan Dalam twitter miliknya @mbah_mijan (29/1), “Jika kita peka dan hobby menganalisa tanda-tanda semesta yang ada, Gerhana Bulan yang terjadi akhir bulan pertama 2018 akan membawa angin besar yang bisa merusak apa saja, selamat menantikan fenomena langka ini dan sertakan doa saat gerhana bulan tiba”. Terkait hal tersebut seharusnya umat muslim melakukan amalan-amalan supaya tidak terjadi hal yang buruk, yaitu melaksanakan ibadah sunnah bagi umat muslim di masjid, bersedekah, taubat dari maksiat, mengajarkan kebaikan, memperbanyak do’a, melantukan takbir, dan memperbanyak zikir. Agar amalan ini terus dilakukan sebaiknya orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya saat gerhana bulan total berlangsung.

Saya berasal dari Kabupaten Kebumen dan saat ini saya tinggal di daerah Magelang karena alasan menuntut ilmu di Universitas Tidar.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *