Punya Cara yang Unik, Begini Siswa Jepang Belajar Perkalian

Your Best Online Partner

Hai Guys

Seperti yang kita kenal caper.id merupakan situs yang terbuka dalam mempublikasikan artikel bernuansa J-Culture. Karena itu, artikel saya kali ini akan menyapa budaya negeri matahari terbit. Selain identik dengan Anime, Jepang juga dikenal memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik, bisa dibilang salah satu yang terbaik di benua kita, bahkan dunia. Lantaran kualitas pendidikannya yang luar biasa ini membuat saya tertarik untuk berbagi kepada sahabat caper.id tentang potret pembelajaran di sana.

Mungkin kalian bertanya-tanya: kenapa yang saya pilih topik pendidikan dari sekian banyak unsur yang relevan dengan J-Culture? Jika kita menengok ke belakang tepatnya saat sekutu membumihanguskan dua kota: Nagasaki dan Hiroshima, ada satu hal yang patut kita teladani tentang pertanyaan pemerintah Jepang terkait nasib dua kota itu. Pertanyaan itu, yang sering digaungkan oleh para guru sejarah di muka bumi ini, adalah berapa banyak guru yang tersisa di dua kota tersebut. Dari sini, kita akan tahu bahwa Jepang merupakan negara yang memiliki perhatian yang begitu tinggi terhadap pendidikan. Nah, itu gaes alasannya.

Potret pendidikan yang akan saya suguhkan pada kalian di kesempatan kali ini dalah tentang bagaimana siswa Jepang belajar perkalian. Tapi sebelumnya saya ingin mengingatkan sedikit tentang yang pada umumnya dipelajari di negara kita.

Misal: untuk perkalian antara 23 dan 21

Pada umumnya kita akan belajar dengan cara bersusun atau orang jawa menyebutnya dengan bumbung susun. Hasilnya seperti gambar berikut.

Pada dsasarnya Jepang juga menggunakan cara yang sama. Akan tetapi para guru di sana mengemas cara itu dengan lebih memudahkan siswa. Dalam belajar operasi perkalian siswa diajak untuk menggunakan visualisasi berupa garis-garis. Berikut gambarnya

Mula-mula para siswa menggambar dua garis kuning secara bedekatan dan satu garis dengan warna yang sama secara terpisah. Dan tiga garis merah berdekatan serta dua garis merah lain Garis-garis kuning tersebut mewakili 21. Hal yang sama untuk 23, digambar garis-garis merah. Dari perpotongan garis-garis itu didapatkan bilangan yang apabila di jumlahkan akan menghasilkan nilai 483. Hasilnya sama bukan dengan cara pada umumnya? Hanya saja lebih menarik untuk anak-anak karena melibatkan proses menggambar dan melibatkan warna-warna yang lebih disukai anak. Selamat mencoba gaes buat ngajarin adek atau ponakan kalian.

Sumber gambar: sketsa oleh aplikasi

Mahasiswa biasa-biasa saja yang suka menulis