Ternyata Inilah Penyebab Hujan Es di Wilayah Tropis yang Sering Mengakibatkan Kerusakan

Your Best Online Partner

Sebelum lanjut ke artikel, saya memperkenalkan diri dulu ya, saya berasal dari Kabupaten Kebumen. Saat ini saya tinggal di daerah Magelang karena alasan menuntut ilmu di Universitas Tidar. Selama di Magelang ada sebuah peristiwa aneh dan baru kali ini saya rasakan, yaitu hujan es. Saat itu hujan di sekitar Magelang memang tidak seperti biasanya karena hujan deras yang disetai angin ini juga mengandung butiran es kecil yang berbentuk bulat.

Hujan lebat yang disertai es ini juga melanda beberapa wilayah di Kabupaten Magelang antara lain Mertoyuda, Potrobangsan, sekitar kampus Universitas Tidar, Candimulyo, Mungkid dan sekitar Artos Mall. Kata salah satu teman saya yang berada di kabupaten Temanggung juga merasakan hujan es tersebut. Hujan lebat ini berlangsung pada hari Rabu 23 Januari 2018 kira-kira pukul 13.00-13.30. Walupun cukup singkat namun cukup membuat kerugian bagi warga sekitar.

Kerugian tersebut karena adanya pohon yang tumbang. Menurut BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di Kabupaten Magelang sendiri sekitar 21 rumah, satu tugu, dan satu bangunan TK rusak tertimpa pohon tumbang. Beberapa dahan pohon di taman kota depan kantor Bapas 69 patah. Sebagai antisipasi, arus listrik di kompleks Kantor Pemkot dimatikan.

Tak heran jika hal tersebut bisa membuat banyak kerugian karena es yang turun serentak, banyak dan ukurannya pun ada yang besar. Suara jatuhnya es di dalam rumah juga sangat terasa. Sudah bisa dibayangkan bagaimana kalau es ini mengenai kepala orang yang sedang lewat.

Oke, itu tadi cuplikan informasi yang terjadi di daerah sekitar tempat saya tinggal. Kali ini saya akan membahas penyebab fenomena hujan es ini. Hal ini bisa terjadi pada masa transisi/pancaroba baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Hujan es ini berbeda dengan hujan salju. Secara ilmiah, pembentukannya melalui kondensasi uap air dan mengalami pendinginan di atmosfer pada lapisan dibawah level beku.

Saat masih di atas, gumpalan es ini berukuran besar, ketika sudah cukup besar akhirnya tertarik gravitasi, dan jatuh ditanah berupa gumpalan es yang menyebar. Meski jatuh pada suhu yang lebih hangat, namun es tidak langsung mencair.

Hujan es ini biasanya terjadi di bawah ketinggian 3400 meter, di mana terjadi titik pembekuan. Sebenarnya hujan es di wilayah tropis sangat tidak lazim, seharusnya hujan es juga tak akan terjadi karena suhu di atmosfer lebih hangat. Namun faktanya daerah tropis ternyata bisa terjadi hujan es, namun lebih sering terjadi pada daerah dataran tinggi seperti daerah Magelang, karena jarak awan yang mengalami titik beku tersebut cukup dekat dengan bumi.

Berikut ini foto dan video yang saya dapat dari fenomena hujan es di Kabupaten Magelang.

Saya berasal dari Kabupaten Kebumen dan saat ini saya tinggal di daerah Magelang karena alasan menuntut ilmu di Universitas Tidar.