Selain Choirul Huda, inilah Pesepakbola Indonesia yang Meninggal Dunia saat Pertandingan

Meninggalnya Kiper Persela, Choirul Huda menambah Daftar duka Sepakbola Indonesia




Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka, salah satu pemain Persela Lamongan yang berposisi sebagai penjaga gawang, Choirul Huda, menghembuskan nafas terakhirnya usai terjadi insiden di lapangan pertandingan. Almarhum bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez ketika Persela menghadapi Semen Padang pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan. Choirul Huda sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit menggunakan Ambulance, namun sayang, nyawanya tak dapat tertolong.

Selain Choirul Huda, ada beberapa pesepakbola Indonesia yang juga meregang nyawa saat pertandingan.

1. Eri Irianto – Persebaya Surabaya


Eri Irianto menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Dr. Soetomo setelah mengalami insiden bertabrakan dengan pemain PSIM, Samson Noujine Kinga hingga membuat dirinya pingsan. Untuk mengenang, nomor punggung 19 yang pernah dikenakan oleh Eri Irianto “dipensiunkan”.

2. Akli Fairuz – Persiraja


Pemain Persiraja ini mengalami benturan yang keras dari penjaga gawang PSAP Sigli, Agus Rohman. Akli Fairuz dilarikan ke Rumah Sakit dan sempat menjalani operasi, namun sayang, hal ini tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Kepergian Akli Fairuz sempat membuat citra sepakbola Indonesia tercoreng di mata Internasional, pasalnya media asal Spanyol, Marca sempat memberitakan hal ini dan memberi tajuk “Tendangan Brutal Membunuh Pemain Indonesia”.

3. Jumadi Abdi – PKT Bontang


Salah satu gelandang PKT Bontang, Jumadi Abdi mendapatkan tendangan keras ke arah perut dari pemain Persela, Denny Tarkas. Akibat dari tendangan ini, Jumadi Abdi harus dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapatkan perawatan intensif selama 9 hari, serta operasi. Namun sayangnya, takdir berkata lain, Jumadi Abdi haru meregang nyawa setelah melalui perawatan yang panjang.

Itulah beberapa insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa pesepakbola Indonesia saat pertandingan. Semoga hal ini tidak terulang kembali, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Suka menulis, suka cari perhatian, suka memberi perhatian dan suka perhatiin kamu, iya kamu.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *